DIPLOMAT TERPERCAYA, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah meningkatnya tensi global terkait intoleransi. Dalam acara buka puasa bersama para pemimpin komunitas agama minoritas di Kompleks Kepresidenan, Ankara, Rabu (11/3/2026), Erdoğan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan memberikan ruang bagi Islamofobia maupun kelompok ekstremis yang melakukan kekerasan atas nama agama.

Di hadapan para pemimpin komunitas Ortodoks Yunani, Armenia, Yahudi, Katolik, dan Suriah Ortodoks, Erdoğan menekankan bahwa budaya hidup berdampingan bukanlah hal baru bagi masyarakat Turki. Wilayah Anatolia, menurutnya, telah menjadi rumah bagi berbagai agama dan budaya selama berabad-abad, sebuah warisan sejarah yang harus terus dirawat oleh generasi saat ini.

Presiden Turki tersebut menyoroti fenomena Islamofobia yang kini meluas di berbagai belahan dunia sebagai ancaman serius bagi kemanusiaan. Ia dengan tegas menyebut bahwa Islamofobia merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meski demikian, Erdoğan juga memastikan bahwa negara tidak akan menoleransi kelompok-kelompok ekstremis, termasuk organisasi teroris seperti ISIS yang kerap menyerang rumah ibadah, baik itu masjid, gereja, maupun sinagoga.

Ia menambahkan bahwa kebencian terhadap agama apa pun, termasuk antisemitisme, tidak dapat dibenarkan dan harus dilawan secara tegas. Baginya, segala bentuk diskriminasi bertentangan dengan prinsip dasar kemanusiaan dan perdamaian yang menjadi fondasi hidup berdampingan.

Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap kebebasan beragama, Erdoğan memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dilakukan pemerintahannya. Langkah tersebut mencakup pengembalian properti milik yayasan komunitas agama minoritas yang sebelumnya sempat terhambat, restorasi berbagai tempat ibadah bersejarah, hingga pembangunan gereja baru yang tercatat sebagai yang pertama dalam sejarah Republik Turki di bawah kepemimpinannya.

Acara buka puasa tersebut diakhiri dengan penegasan komitmen dari Presiden Erdoğan untuk terus membangun masyarakat yang inklusif. Ia menekankan bahwa setiap warga negara di Turki, tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama, memiliki hak yang sama untuk hidup dengan aman, setara, serta bebas menjalankan keyakinan masing-masing tanpa rasa takut.