DIPLOMAT TERPERCAYA, BANJARMASIN – Advokat asal Kalimantan Selatan, Syamsul Khair, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan yang menolak tegas Islamofobia dan ekstremisme. Syamsul Khair menekankan bahwa agama pada dasarnya adalah landasan moral yang selalu mengajarkan kebaikan, perdamaian, dan keadilan bagi seluruh umat manusia.

Sebagai praktisi hukum yang juga menaruh perhatian pada isu internasional, Khair melihat pernyataan Erdoğan sebagai refleksi penting bahwa segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama merupakan penyimpangan nyata dari ajaran agama itu sendiri.

“Agama adalah landasan hidup manusia. Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan keburukan. Terlebih dalam Islam, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW menekankan kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi umat manusia serta kehidupan bernegara,” ujar Syamsul Khair di Banjarmasin, Rabu (11/3/2026).

Dalam perspektif hukum internasional dan hubungan antarbangsa, Khair menilai bahwa nilai-nilai agama seharusnya menjadi fondasi etika global. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat memperkuat penghormatan terhadap perbedaan dan memfasilitasi kerja sama lintas negara demi menjaga stabilitas dunia.

Syamsul Khair menyoroti bahwa meningkatnya fenomena Islamofobia di berbagai negara harus disikapi secara serius melalui jalur edukasi, dialog antaragama yang berkelanjutan, serta pendekatan hukum internasional. Ia menegaskan, perlindungan terhadap kebebasan beragama merupakan hak asasi yang fundamental.

“Stigma terhadap agama tertentu hanya akan memperuncing konflik. Dunia seharusnya kembali pada prinsip saling menghormati keyakinan dan membangun perdamaian global,” tegasnya.

Terkait dengan ekstremisme, Syamsul Khair sepakat dengan pandangan Erdoğan bahwa kelompok yang menggunakan kedok agama untuk melakukan kekerasan harus ditolak. Ia menegaskan bahwa aksi terorisme sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam agama mana pun.

“Islam secara tegas menolak kekerasan terhadap manusia yang tidak bersalah. Karena itu, menyamakan ajaran Islam dengan tindakan terorisme adalah kesalahan besar,” kata dia.

Di akhir pernyataannya, Syamsul Khair berharap masyarakat internasional dapat memandang agama sebagai sumber nilai moral yang positif. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog demi terciptanya dunia yang lebih damai, adil, dan beradab.