DIPLOMAT TERPERCAYA, ANKARA – Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran memicu spekulasi mengenai pergeseran peta kekuatan di kawasan. Analisis terbaru datang dari jurnalis Turki, Yılmaz Bilgen, yang menyebut bahwa Ankara mungkin akan mengambil langkah strategis dengan membuka koridor militer sepanjang 100 kilometer jika skenario konflik regional memburuk.

Dalam sebuah program siaran di TGRT Haber, Rabu (11/3/2026), Bilgen mengungkapkan adanya dugaan skenario geopolitik yang melibatkan konfigurasi ulang kekuatan di Timur Tengah. 

Menurutnya, terdapat upaya dari kekuatan Barat bersama sekutu regionalnya untuk membentuk pengaruh baru yang dapat berdampak langsung pada stabilitas perbatasan Turki.

Bilgen menyoroti laporan intelijen yang mengindikasikan adanya rencana strategis kelompok bersenjata Kurdi untuk memperluas pengaruh mereka hingga ke wilayah Teluk Persia. Kelompok ini diduga menargetkan jalur strategis yang membentang dari wilayah Iran menuju Basra di Irak, serta kawasan pesisir yang mengarah langsung ke Teluk Persia.

Jika rencana ini terealisasi dan memicu kekacauan keamanan, Bilgen menilai Turki tidak akan tinggal diam demi melindungi kepentingan nasionalnya.

“Jika skenario gelap ini terjadi, Turki mungkin harus membuka koridor militer setidaknya 100 kilometer dari perbatasannya,” ujar Bilgen dalam analisisnya.

Lebih lanjut, Bilgen menjelaskan bahwa langkah militer berupa “koridor vertikal” tersebut merupakan kalkulasi untuk menjaga keamanan dari potensi ancaman yang meluas. Selain masalah keamanan perbatasan, terdapat faktor lain yang memengaruhi kebijakan strategis Turki, yakni kedekatan historis dan kepentingan dengan Azerbaijan.

Selain itu, keberadaan komunitas etnis Turki di beberapa wilayah Iran juga menjadi variabel penting dalam perhitungan geopolitik Ankara. Turki disebut memiliki kepentingan strategis untuk mencegah gejolak yang bisa merembet ke wilayah dengan populasi etnis Turki di Iran.

Hingga saat ini, pemerintah Turki belum memberikan pernyataan resmi terkait skenario tersebut. Namun, dinamika yang disorot oleh Bilgen mempertegas betapa krusialnya posisi Turki dalam menjaga keseimbangan di tengah eskalasi yang melibatkan aktor-aktor besar dunia di Timur Tengah.