Trump Desak Ketua The Fed Segera Turunkan Suku Bunga, Sebut Jerome Powell “Terlalu Lambat”
DIPLOMAT TERPERCAYA, WASHINGTON — Presiden Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Ia mendesak Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, untuk segera memangkas suku bunga acuan tanpa harus menunggu jadwal pertemuan kebijakan moneter berikutnya.
Melalui pernyataan di media sosial, Trump secara eksplisit meminta bank sentral bertindak cepat demi memacu pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam pernyataannya, ia bahkan menyematkan julukan “terlalu lambat” kepada Powell, yang mengindikasikan ketidakpuasannya terhadap ritme kebijakan The Fed saat ini.
“Powell harus segera menurunkan suku bunga dan tidak menunggu pertemuan berikutnya,” tegas Trump, sebagaimana dikutip dari laporan Habertürk dan sumber internasional lainnya, Jumat (13/3/2026).
Tekanan dari Gedung Putih ini muncul di saat kondisi ekonomi global sedang tidak menentu. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga energi yang signifikan, yang pada gilirannya menimbulkan kekhawatiran akan gelombang inflasi baru.
Para analis pasar yang dilansir Reuters menilai bahwa langkah Trump bertujuan untuk menurunkan biaya pinjaman guna merangsang aktivitas bisnis. Namun, para pelaku pasar keuangan justru memprediksi The Fed akan bersikap lebih hati-hati.
Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini menjadi faktor krusial yang dapat memicu inflasi lebih tinggi jika suku bunga diturunkan terlalu dini.
Hubungan antara Trump dan Jerome Powell memang telah lama memanas. Trump berulang kali mengkritik bank sentral yang dianggap sebagai penghambat akselerasi ekonomi.
Di sisi lain, Federal Reserve secara konsisten menegaskan bahwa independensi lembaga sangat vital dalam menentukan kebijakan moneter yang objektif.
Para ekonom memperingatkan bahwa keputusan mengenai suku bunga acuan tidak boleh didasarkan pada tekanan politik semata. The Fed diwajibkan mempertimbangkan data indikator ekonomi makro yang kompleks, meliputi, tingkat inflasi tahunan, angka pengangguran domestik, laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Kini, pasar dunia tengah menunggu apakah The Fed akan tetap pada pendiriannya untuk menjaga stabilitas jangka panjang atau tunduk pada tekanan politik untuk stimulus jangka pendek.



Tinggalkan Balasan