Advokat Syamsul Khair: Desakan Trump kepada The Fed Bisa Berdampak pada Stabilitas Ekonomi Global
DIPLOMAT TERPERCAYA, JAKARTA – Desakan Presiden Donald Trump kepada Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, untuk segera menurunkan suku bunga acuan menuai perhatian serius dari kalangan pakar ekonomi dan hukum internasional. Praktisi hukum asal Kalimantan Selatan, Syamsul Khair, S.H., menilai bahwa tekanan politik terhadap bank sentral dapat mengganggu persepsi pasar global terhadap independensi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Syamsul Khair menjelaskan bahwa secara prinsip, lembaga sentral seperti Federal Reserve memiliki independensi mutlak dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Keputusan tersebut idealnya harus didasarkan pada indikator ekonomi yang valid, seperti laju inflasi, stabilitas sistem keuangan, serta kondisi pasar tenaga kerja, guna menjamin kepastian bagi para pelaku pasar di seluruh dunia.
“Jika keputusan moneter terlalu dipengaruhi tekanan politik, maka pasar global bisa merespons dengan ketidakpastian. Investor membutuhkan kepastian bahwa kebijakan suku bunga dibuat secara profesional dan independen,” ujar Syamsul Khair dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kebijakan suku bunga Amerika Serikat memiliki dampak domino yang sangat luas terhadap perekonomian dunia, khususnya bagi negara-negara berkembang. Perubahan suku bunga di AS biasanya memicu pergeseran arus modal global secara masif, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta memengaruhi stabilitas pasar keuangan internasional secara keseluruhan.
Dalam konteks domestik, Syamsul Khair mengingatkan pemerintah dan otoritas keuangan di Indonesia untuk mewaspadai dampak kebijakan tersebut terhadap nilai tukar Rupiah, potensi inflasi impor, hingga pergerakan investasi asing. Menurutnya, penguatan stabilitas ekonomi nasional menjadi krusial agar Indonesia tidak terjebak dalam dinamika eksternal yang ekstrem.
“Ketika suku bunga di Amerika turun, biasanya terjadi pergeseran arus investasi global. Pemerintah dan otoritas keuangan di negara berkembang harus memperkuat stabilitas ekonomi domestik agar tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika eksternal,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah, bank sentral, dan regulator keuangan. Hal ini dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan kebijakan moneter global yang sering kali tidak terduga.



Tinggalkan Balasan