DIPLOMAT TERPERCAYA, ANKARA – Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdoğan, menyampaikan seruan kuat untuk persatuan umat Islam di seluruh dunia. Di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, Erdoğan menegaskan bahwa perbedaan mazhab, seperti Syiah dan Sunni, tidak boleh menjadi pemicu perpecahan yang menghancurkan stabilitas kawasan.

Erdoğan menekankan bahwa identitas sektarian sering kali dieksploitasi untuk memperkeruh konflik, sementara umat Islam sebenarnya bernaung di bawah satu identitas yang sama.

Dalam pidatonya yang disiarkan secara luas, Erdoğan menyampaikan pesan yang lugas mengenai esensi beragama. Ia meminta umat Islam untuk kembali pada dasar ajaran yang mempersatukan, alih-alih terjebak dalam pelabelan aliran.

“Kami tidak memiliki agama yang disebut Islam Sunni atau Islam Syiah. Kami hanya memiliki satu agama, yaitu Islam,” tegas Erdoğan.

Menurutnya, tokoh-tokoh besar sejarah Islam seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, hingga Ali bin Abi Talib adalah warisan bersama milik seluruh umat Muslim yang seharusnya menjadi simbol persatuan, bukan alasan pertentangan.

Pernyataan ini muncul saat ketegangan antara negara-negara di kawasan Timur Tengah mencapai titik kritis. Türkiye secara konsisten memosisikan diri sebagai mediator yang mendorong penyelesaian masalah melalui meja perundingan.

Erdoğan mengajak para pemimpin negara-negara Muslim untuk menghindari konflik sektarian yang selama ini justru memperlemah solidaritas dunia Islam dalam menghadapi krisis global. Pemerintah Türkiye pun berkomitmen untuk terus mengedepankan jalur rekonsiliasi daripada konfrontasi militer.

Para pengamat internasional menilai bahwa pesan “Satu Islam” yang digaungkan Erdoğan adalah langkah strategis untuk meredam bara konflik yang sering kali dibungkus dengan isu agama. Upaya ini dipandang sebagai bentuk soft power Türkiye dalam menggalang kekuatan kolektif dunia Islam.

Dengan menyerukan persatuan ini, Erdoğan berharap dunia Islam dapat tampil lebih solid dan mandiri dalam menghadapi tekanan eksternal serta mampu menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan yang telah lama dilanda pergolakan.(*)