Kesaksian Mahasiswa Indonesia di Qom: Situasi Aman Terkendali, Aktivitas Warga Berjalan Normal
DIPLOMAT TERPERCAYA, QOM – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah, kondisi di kota suci Qom, Iran, dilaporkan tetap kondusif. Ismail Amin, seorang mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi di sana, memastikan bahwa keamanan wilayah tersebut saat ini sangat stabil.
Dalam keterangannya kepada jaringan media Diplomat Terpercaya, Ismail menyebutkan bahwa denyut nadi kehidupan di Qom, mulai dari sektor pendidikan hingga perdagangan, tidak mengalami gangguan berarti.
“Alhamdulillah situasi di Qom relatif aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” ungkap Ismail Amin.
Selain faktor keamanan, Ismail juga menyoroti stabilitas pasokan logistik dan energi di Iran. Menurutnya, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sementara harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM) masih sangat terjangkau bagi penduduk maupun mahasiswa internasional.
“Persediaan BBM di sini masih cukup dan harganya relatif stabil, jika dikonversi ke nilai rupiah hanya sekitar Rp500 per liter,” tambahnya.
Kota Qom dikenal sebagai episentrum pendidikan Islam terbesar di Iran yang menampung puluhan ribu pelajar dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Meskipun berada di negara yang sering menjadi sorotan konflik regional, aktivitas di universitas dan pusat studi keagamaan di Qom tetap berjalan sesuai jadwal.
Laporan dari berbagai organisasi pelajar Indonesia di Iran juga mengonfirmasi hal serupa. Aktivitas mahasiswa di Qom cenderung lebih tenang dan tidak terdampak langsung oleh fluktuasi situasi yang terjadi di wilayah lain seperti ibu kota Teheran.
Pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait terus memastikan keselamatan ratusan WNI yang mayoritas berstatus mahasiswa di Iran. Hingga saat ini, langkah-langkah antisipasi telah disiapkan, namun prioritas utama tetap pada pemantauan situasi harian guna menjamin keamanan seluruh warga negara di perantauan.
Ismail Amin berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda agar proses belajar-mengajar bagi mahasiswa internasional tidak terganggu. “Semoga kondisi tetap stabil sehingga mahasiswa dari berbagai negara bisa fokus menuntut ilmu di sini,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan