Antisipasi Invasi Darat, Gelombang Relawan Basij dan IRGC di Iran Membludak
DIPLOMAT TERPERCAYA, JAKARTA – Tensi geopolitik di Timur Tengah memasuki fase kritis seiring munculnya laporan masif mengenai mobilisasi sipil di seluruh penjuru Iran. Pusat-pusat pendaftaran sukarelawan dilaporkan kewalahan menghadapi lonjakan pelamar yang ingin bergabung dengan milisi Basij serta korps elit Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) guna menghadapi potensi perang darat skala luas.
Sentimen nasionalisme yang meningkat ini dipicu oleh kesiapan Teheran dalam memperluas strategi pertahanan nasional yang melibatkan partisipasi aktif warga sipil.
Milisi Basij, organisasi paramiliter sukarelawan di bawah komando langsung IRGC, kembali menjadi tulang punggung pertahanan rakyat Iran. Secara historis, Basij berfungsi sebagai cadangan militer raksasa yang memiliki jaringan sel di hampir setiap kota.
Laporan terbaru dari berbagai sumber militer menunjukkan bahwa Iran tengah mempersiapkan mobilisasi dalam skala yang sangat besar. Diperkirakan, ratusan ribu hingga lebih dari satu juta pejuang siap dikerahkan jika terjadi invasi darat langsung ke wilayah kedaulatan Iran. Para relawan ini disiapkan untuk mengisi berbagai peran, mulai dari dukungan logistik tempur hingga operasi keamanan lokal di wilayah perbatasan.
Sejalan dengan rekrutmen massal tersebut, pemerintah Iran melalui IRGC juga mulai memperketat kontrol keamanan dalam negeri. Patroli keamanan domestik dan pos pemeriksaan kini menjamur di kota-kota besar sebagai langkah antisipasi ganda: menghadapi ancaman infiltrasi eksternal sekaligus menjaga stabilitas internal di tengah kondisi siaga perang.
Para analis pertahanan internasional menilai fenomena membludaknya pendaftar Basij adalah sinyal kuat kepada lawan bahwa Iran siap melakoni perang atrisi (war of attrition) atau perang darat yang panjang. Dukungan rakyat yang terorganisir dalam struktur paramiliter seperti Basij dianggap sebagai faktor pengganda kekuatan (force multiplier) yang sulit ditembus oleh kekuatan militer konvensional sekalipun.
Hingga saat ini, pusat-pusat rekrutmen di Teheran dan kota-kota pinggiran masih terus dipadati warga yang menyatakan kesiapannya untuk dimobilisasi di bawah panji Garda Revolusi.



Tinggalkan Balasan