DIPLOMAT TERPERCAYA, YAMAN – Eskalasi konflik yang kian memanas antara Iran dan Israel mulai memicu pergeseran dinamika solidaritas di kawasan Timur Tengah. Kelompok bersenjata Ansar Allah atau Houthi dari Yaman, secara terbuka mempertegas dukungan mereka terhadap Teheran. Langkah ini mencuri perhatian dunia internasional karena menunjukkan bahwa aliansi politik mampu melampaui sekat perbedaan tradisi mazhab.

Langkah Houthi dipandang oleh sejumlah pakar geopolitik sebagai manifestasi nyata dari “Persatuan Umat” di tengah tekanan eksternal yang masif. Dalam beberapa hari terakhir, Houthi dilaporkan telah meluncurkan serangkaian serangan rudal balistik dan drone yang diarahkan ke wilayah Israel. Aksi ini diklaim sebagai bentuk pembelaan terhadap Iran serta komitmen mereka dalam jaringan kelompok yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan” (Axis of Resistance).

Meski militer Israel (IDF) melaporkan telah mencegat sebagian besar proyektil tersebut, keterlibatan langsung Houthi menandai babak baru eskalasi yang mengancam stabilitas keamanan di jalur maritim internasional.

Secara historis dan teologis, kelompok Houthi menganut mazhab Zaidiyyah, sebuah cabang Syiah yang memiliki karakteristik unik di Yaman dan berbeda dengan Syiah Dua Belas Imam yang dominan di Iran. Namun, dalam konteks konflik saat ini, perbedaan teologi tersebut tampak dikesampingkan demi kepentingan strategis yang lebih besar.

Dukungan tanpa ragu dari Houthi kepada Iran mencerminkan adanya solidaritas politik yang kuat. Para pengamat menilai, bagi Houthi, menghadapi tekanan militer dari Israel dan sekutunya merupakan agenda prioritas yang menyatukan visi mereka dengan Iran, terlepas dari latar belakang mazhab yang berbeda.

Keterlibatan aktif Houthi memicu kekhawatiran serius akan meluasnya palagan perang (Theater of War) ke wilayah yang lebih luas. Posisi geografis Houthi yang menguasai wilayah di sekitar Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab menjadi titik krusial bagi keamanan dunia.

Selat tersebut merupakan urat nadi perdagangan global, terutama untuk distribusi energi dunia. Para diplomat internasional kini memperingatkan bahwa keterlibatan aktor-aktor regional secara langsung dapat mengguncang stabilitas Timur Tengah sekaligus berdampak domino pada keamanan ekonomi global.