DIPLOMAT TERPERCAYA, BANJARMASIN – Advokat asal Kalimantan Selatan sekaligus praktisi hukum pajak di bidang Bea dan Cukai, Syamsul Khair, S.H., menegaskan pentingnya dukungan kolektif terhadap penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional di Kota Banjarmasin.

Langkah nyata dukungan tersebut ditunjukkan Khair saat menyambangi gerai kuliner pisang tanduk yang baru saja beroperasi di kawasan Jalan Pramuka, tepatnya di depan Komplek SMK Bina Banua, Banjarmasin.

Menurut Khair, kehadiran unit usaha berbasis pangan lokal seperti pisang tanduk merupakan aset ekonomi kreatif yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Usaha seperti ini perlu kita dukung bersama. Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, makanan olahan tradisional juga menjadi alternatif sehat dibandingkan makanan kemasan yang banyak beredar,” ujar Syamsul Khair.

Sebagai pengamat yang menaruh perhatian pada dinamika ekonomi lokal, Syamsul Khair menilai bahwa UMKM kuliner tradisional memiliki nilai filosofis tinggi. Produk berbasis bahan alami tidak hanya menggerakkan roda ekonomi bawah, tetapi juga berfungsi menjaga identitas rasa asli daerah.

Ia meyakini bahwa potensi pasar kuliner tradisional sangat besar, asalkan mendapatkan pendampingan dan apresiasi yang layak dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan profesional dan pemerintah daerah.

“UMKM kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan dukungan penuh. Sektor ini adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Kehadiran gerai pisang tanduk di kawasan Jalan Pramuka ini pun mulai menarik perhatian warga sekitar. Meski tergolong baru di Banjarmasin, produk serupa diketahui telah memiliki basis penggemar di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Salah satu pengunjung, Dhika, mengaku sengaja datang untuk mencicipi camilan yang sedang tren tersebut. Menurutnya, cita rasa pisang tanduk memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pisang goreng biasa.

“Di Banjarmasin ini memang baru buka, tapi di beberapa kota lain sudah cukup dikenal. Rasanya khas dan cocok sebagai camilan,” kata Dhika.

Ia menilai penyajian yang sederhana namun menarik membuat gerai ini cepat populer, terutama bagi para pencari alternatif camilan tradisional yang segar dan menggugah selera.

Diharapkan, dengan semakin banyaknya dukungan dari tokoh profesional dan praktisi hukum seperti Syamsul Khair, ekosistem UMKM di Banjarmasin dapat semakin kokoh dan kompetitif di tengah persaingan industri kuliner modern.