Anggota Parlemen AS Tegur Mantan PM Israel: “Turki Bukan Iran Baru, Ankara Sekutu NATO”
DIPLOMAT TERPERCAYA, WASHINGTON DC – Pernyataan mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, yang menyebut Turki sebagai “Iran Baru” memicu reaksi keras dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat.
Anggota DPR AS dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, menegaskan bahwa menyamakan posisi geopolitik Turki dengan Iran adalah sebuah kekeliruan.
Melalui unggahan di media sosial resminya, Luna mengingatkan bahwa Turki merupakan sekutu vital bagi Barat dan memegang status sebagai anggota resmi aliansi pertahanan NATO.
“Turki bukanlah Iran yang baru. Turki adalah negara anggota NATO. Semua orang harus sadar,” tulis Luna dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency.
Penegasan Hubungan Strategis AS-Turki
Sebagai anggota Komite Pengawasan DPR AS, Luna menekankan bahwa hubungan antara Washington dan Ankara akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kerja sama strategis dalam aliansi pertahanan Barat.
Ia menilai fakta keanggotaan Turki dalam NATO merupakan elemen krusial yang tidak boleh diabaikan dalam membaca dinamika politik di kawasan Timur Tengah.
Dukungan terhadap posisi Turki juga datang dari politisi Partai Republik lainnya, Marjorie Taylor Greene. Mantan anggota Kongres tersebut menyampaikan pernyataan senada yang menegaskan urgensi pengakuan terhadap peran Ankara di dalam NATO.
“Turki adalah anggota NATO. Semua orang harus sadar,” ujar Greene, merespons narasi yang dibangun oleh Bennett terkait ancaman strategis di kawasan.
Dinamika Regional dan Peran Strategis Ankara
Reaksi dari para politisi AS ini muncul setelah Naftali Bennett mengeluarkan komentar tajam yang menargetkan Turki dan Qatar sebagai ancaman baru bagi Israel.
Sejumlah analis hubungan internasional menilai bahwa pernyataan Bennett tersebut berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik antara negara-negara Barat dengan mitra strategis mereka di Timur Tengah.
Meskipun hubungan bilateral antara Israel dan Turki kerap mengalami pasang surut, terutama terkait isu Palestina, Turki tetap memegang posisi geografis dan militer yang sangat strategis. Sebagai jembatan antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah, peran Ankara di dalam NATO dianggap tidak tergantikan.
Sikap tegas dari anggota parlemen di Washington ini mencerminkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam beberapa isu sektoral, dukungan terhadap hubungan strategis dengan Turki tetap solid di lingkaran politik Amerika Serikat.



Tinggalkan Balasan