DIPLOMAT TERPERCAYA, JAKARTA – Respons masyarakat Palestina terhadap serangan rudal Iran yang menghujani kota Tel Aviv memunculkan beragam reaksi emosional di tengah situasi konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. 

Di berbagai wilayah Palestina, sebagian masyarakat menilai serangan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel, sementara sebagian lainnya tetap menyuarakan kekhawatiran terhadap meluasnya perang yang dapat semakin memperburuk penderitaan warga sipil.

Di tengah dinamika tersebut, empati terhadap masyarakat Palestina kembali menguat di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Sejarah hubungan Indonesia dan Palestina dinilai memiliki kedekatan moral dan historis yang tidak dapat dipisahkan dari jati diri bangsa.

Advokat dan pengamat hukum internasional, Syamsul Khair, S.H., menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki alasan historis dan moral yang kuat untuk menunjukkan empati terhadap rakyat Palestina yang hingga kini masih berada dalam situasi konflik berkepanjangan. 

Menurutnya, Palestina merupakan salah satu pihak yang sejak awal memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia pada masa perjuangan diplomasi internasional.

“Dalam sejarah diplomasi, Palestina melalui para tokohnya termasuk Mohammad Amin al-Husseini pernah menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, secara moral bangsa Indonesia memiliki kedekatan historis dengan rakyat Palestina,” ujar Syamsul Khair.

Ia menambahkan bahwa empati tersebut tidak berarti mendukung eskalasi perang, melainkan mendorong pendekatan yang menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan hukum internasional. Syamsul Khair mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap konsisten mengambil posisi diplomatik yang mendorong semua pihak yang bertikai untuk menghormati hukum internasional serta mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Indonesia harus tetap berada pada posisi moral yang kuat, yaitu menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan terhadap warga sipil, serta kepatuhan terhadap hukum internasional oleh semua pihak,” tegasnya.

Ia menilai bahwa sebagai negara yang aktif dalam diplomasi internasional dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia memiliki peran penting untuk terus menyuarakan perdamaian di forum global. 

Syamsul Khair menilai bahwa empati Indonesia terhadap rakyat Palestina bukan hanya didasarkan pada solidaritas kemanusiaan, tetapi juga pada hubungan historis yang telah terjalin sejak masa awal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.