DIPLOMAT TERPERCAYA, ANKARA – Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, atas permintaan pihak Teheran. Keduanya membahas perkembangan situasi di Timur Tengah serta pentingnya langkah diplomasi untuk meredakan ketegangan yang kian memanas.

Dalam percakapan tersebut, Erdogan menegaskan bahwa dunia internasional saat ini sangat membutuhkan dibukanya kembali jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.

“Türkiye berupaya aktif untuk mendorong dialog dan menciptakan ruang diplomasi antara pihak-pihak yang berselisih,” ujar Erdogan dalam keterangan resminya, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (10/3/2026).

Erdogan juga menyoroti berbagai intervensi terhadap Iran yang dinilai tidak sesuai dengan hukum internasional. Ia menekankan bahwa tindakan yang menargetkan negara-negara sahabat di kawasan tidak dapat dibenarkan.

Menurutnya, segala bentuk agresi tersebut harus segera dihentikan demi menjaga stabilitas regional yang sudah rapuh.

Meskipun Türkiye tidak terlibat langsung dalam konflik yang terjadi, Erdogan mengakui bahwa negaranya tetap merasakan dampak negatif dari ketegangan tersebut.

Satu poin krusial yang ditegaskan Erdogan dalam pembicaraan tersebut adalah mengenai kedaulatan wilayah. Ia menyatakan secara khusus bahwa pelanggaran terhadap wilayah udara Türkiye merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi.

“Pelanggaran wilayah udara Türkiye tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Erdogan.

Pemerintah Türkiye dalam beberapa waktu terakhir memang terus konsisten mendorong pendekatan diplomatik sebagai jalan utama untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Di akhir pembicaraan, Erdogan dan Pezeshkian sepakat untuk terus menjaga komunikasi intensif antara kedua negara. Keduanya berkomitmen memanfaatkan jalur diplomasi guna mengurangi eskalasi ketegangan dan menjaga stabilitas di kawasan.

Langkah ini sejalan dengan posisi Türkiye yang berupaya memposisikan diri sebagai mediator di tengah dinamika politik Timur Tengah yang terus bergejolak.