DIPLOMAT TERPERCAYA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah memantau secara serius lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta evaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak global secara otomatis meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung negara.

“Jika anggaran sudah tidak kuat menahan beban, maka sebagian beban tersebut mungkin harus dibagi dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Pemerintah telah melakukan simulasi berbagai skenario fiskal. Jika harga minyak dunia terus merangkak naik hingga menyentuh angka 90–92 dolar AS per barel, maka defisit APBN berpotensi meningkat signifikan.

Langkah penyesuaian harga BBM subsidi menjadi salah satu opsi pahit yang dipertimbangkan apabila beban anggaran tidak lagi mampu menanggung lonjakan harga energi global tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menekankan bahwa penyesuaian kebijakan fiskal akan dilakukan secara hati-hati agar defisit APBN tetap terjaga di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Bukan hanya sektor energi, pemerintah juga mempertimbangkan efisiensi pada pos belanja negara lainnya. Salah satu yang masuk dalam radar evaluasi adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi ini menyasar pada pos-pos pengeluaran yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi masyarakat. Purbaya menegaskan, langkah ini bukan berarti menghentikan program MBG, melainkan memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong harga energi global naik dalam waktu singkat, yang memberikan tekanan tambahan bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

Hingga saat ini, pemerintah menegaskan belum ada keputusan final mengenai kenaikan harga BBM. Seluruh langkah penyesuaian masih dalam tahap kajian mendalam guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.