DIPLOMAT TERPERCAYA, BANJARMASIN – Advokat asal Kalimantan Selatan, Syamsul Khair, S.H., mengingatkan pemerintah Indonesia untuk segera menyiapkan langkah mitigasi menghadapi tekanan ekonomi global. 

Hal ini menyusul kian memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berpotensi mengguncang stabilitas pasar energi dan pangan dunia.

Sebagai pengacara yang mendalami bidang kepabeanan dan cukai, Syamsul Khair menilai ketegangan di Timur Tengah akan memberikan dampak domino pada sektor impor nasional. 

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik tersebut akan secara otomatis meningkatkan biaya logistik dan operasional industri di dalam negeri.

Khair menyoroti kerentanan Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi. Menurutnya, gangguan pada jalur distribusi internasional, khususnya di wilayah strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu kelangkaan pasokan yang berujung pada lonjakan harga BBM dan bahan pangan di pasar domestik.

Menyikapi risiko tersebut, Syamsul Khair menyarankan pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional sebagai bantalan ekonomi. Selain itu, diversifikasi mitra dagang dan sumber impor energi perlu dipercepat guna mengurangi ketergantungan pada satu kawasan yang sedang bergejolak. 

Optimalisasi kebijakan fiskal dan pengawasan ketat di sektor kepabeanan juga dianggap krusial untuk menjaga agar harga barang impor strategis tetap terjangkau oleh masyarakat.

Di sisi lain, Syamsul Khair mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi situasi global ini. Ia menekankan pentingnya konsumsi yang bijak dan meminta warga untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat memperburuk keadaan ekonomi di tingkat akar rumput.

Khair berharap pemerintah terus mengedepankan diplomasi internasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, kesiapan pemerintah dalam merespons dinamika global ini akan menjadi kunci utama agar daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia.