Peringati Milad Ke-109, Aisyiyah Banjarmasin 11 Fokuskan Pemberdayaan Perempuan dan Lansia
DIPLOMAT TERPERCAYA, Kabupaten Banjar – Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkai dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam menjadi refleksi penting bagi kiprah gerakan perempuan Islam di Kalimantan Selatan.
Melalui Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Banjarmasin 11, organisasi otonom Muhammadiyah ini fokus mendorong kelompok ibu-ibu dan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, produktif, serta konsisten dalam beribadah.
Eksistensi dakwah nyata tersebut diwujudkan melalui penguatan kesehatan fisik secara langsung, salah satunya lewat aktivitas senam kebugaran bersama yang diikuti sejumlah ibu-ibu dan lansia di halaman Masjid Al-Muslimun, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
Ketua PC Aisyiyah Banjarmasin 11, Rahmiati Ridha, menjelaskan bahwa kegiatan senam ini sengaja diprioritaskan bagi kelompok lansia agar mereka tetap aktif bergerak guna menjaga kebugaran di hari tua.
“Tadi kan ada senam untuk sehat para ibu-ibunya, tapi di sini beberapa yang usianya sudah lansia. Jadi supaya sehat, beraktivitas lewat senam Aisyiyah bahagia,” kata Rahmiati.

Selain berfokus pada kesehatan fisik, organisasi ini juga berupaya mematahkan stigma bahwa usia lanjut menjadi batasan untuk tetap produktif. Hal ini dibuktikan melalui pameran produktivitas yang menampilkan hasil kreativitas tinggi dari para lansia, seperti kerajinan miniatur masjid dari bahan kardus bekas hingga beragam jenis kue.
Untuk merawat solidaritas organisasi, panitia membagikan apresiasi berupa doorprizekepada seluruh peserta yang hadir. Seluruh hadiah tersebut dihimpun secara swadaya melalui dana urunan sukarela antar-ranting sebagai simbol eratnya tali silaturahmi di internal PCA Banjarmasin 11.
Di sisi lain, penguatan aspek spiritual dan psikologis juga menjadi indikator utama dalam peringatan ini melalui pelaksanaan perlombaan sambung ayat suci Al-Qur’an. Aktivitas religius tersebut dinilai sejalan dengan upaya medis dalam menjaga kesehatan mental para lansia agar dapat menjalani hari tua dengan rasa bahagia.
Manfaat psikologis ini dirasakan langsung oleh Wasilah, salah seorang lansia yang menjadi peserta kegiatan. “Alhamdulillah senang, di mana jiwa senang tentu akan memunculkan kesehatan dan semangat kita. Jadi otomatis ibadah pun juga komit (konsisten). Kalau sedih, pasti otomatis ibadah tidak komit,” ungkap Wasilah.

Melalui integrasi kegiatan fisik, kreativitas, dan spiritual, peringatan milad dan tahun baru Islam kali ini diharapkan dapat menjadi role model gerakan sosial. Khususnya dalam menempatkan kelompok perempuan dan lansia sebagai pilar utama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan agamis.(*)



Tinggalkan Balasan